Semangat Kemenangan Jelang Asian Games

Jakarta, 17/7 (Atto Sampetoding) - Skor 4-2 pada pertandingan final Piala Dunia 2018 antara Prancis kontra Kroasia telah mengakhiri gempita pertandingan sepak bola kelas dunia itu.

Keramaian tontonan olahraga itu diharapkan dapat berlanjut hingga Agustus nanti yang disambung dengan pertandingan Asian Games 2018 yang dihelat di Jakarta dan Palembang.

Pada 34 hari menjelang pembukaan Asian Games 2018, Indonesia selaku tuan rumah terus mempersiapkan fasilitas baik arena olahraga dan sarana akomodasi.

Presiden Joko Widodo terus memeriksa langsung persiapan Asian Games 2018 di kedua kota besar itu. Semangat pun bertambah ketika sejumlah atlet Indonesia memenangkan kejuaraan di luar negeri, mengharumkan nama bangsa.

Masyarakat digemparkan ketika seorang atlet asal Lombok,NTB, Lalu Muhammad Zohri, meraih medali emas dalam kejuaraan dunia atletik U-20 di nomor lari 100 meter di Finlandia.

Advertisement


Zohri memecahkan rekor nasional junior dengan waktu 10.18 detik, melewati rekor sebelumnya yang dicatatkan oleh Zohri sendiri pada Asian Games Invitation Tournament pada Februari 2018 dengan waktu 10.25 detik.

Selain itu, atlet wushu pun berhasil meraih juara pertama di Brazil pada kejuaraan dunia wushu junior.

Jevon Kusmoyo berhasil menyabet emas pada nomor taiji pedang dalam kejuaraan itu. Lagu kebangsaan dan bendera Merah Putih pun berkibar di luar negeri berkat kepiawaian para atlet dengan cucuran keringat dan semangat.

Seluruh masyarakat Indonesia pastinya bangga jika ada atlet Tanah Air yang juara.

Hal itu terbukti dari banyaknya pujian yang dberikan kepada Zohri dari para tokoh, seperti uang tunai Rp100 juta dari pengacara kondang Hotman Paris Hutapea, Aksi Cepat Tanggap Jakarta sebesar Rp25 juta, serta bonus Kemenpora Rp250 juta.

Selain itu, Gubernur Nusa Tenggara Barat Zainul Majdi alias Tuan Guru Bajang juga memberi bonus Rp200 juta dan bahkan renovasi rumah bilik milik orang tua Zohri pun diperintahkan Presiden Joko Widodo kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Tidak hanya hadiah, Zohri juga mendapat “tiket masuk” menjadi anggota TNI. Polda NTB pun memberi tawaran spesial bagi Zohri untuk menjadi anggota Polri melalui jalur khusus usai menamatkan SMA.

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo ikut memuji prestasi Zohri dengan memberikan “privilege” bagi Zohri untuk menjadi aparatur sipil negara dengan sekolah di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) melalui jalur khusus tanpa tes.

Tampaknya, euforia kemenangan Zohri di Finlandia memberi semangat tersendiri karena Indonesia akan berkompetisi dengan negara-negara Asia lain dalam perhelatan Asian Games 2018.

Presiden berkomentar bangga bahwa kemenangan Zohri diharapkan dapat menyulut api semangat para atlet Tanah Air yang akan berlomba dalam kejuraan olahraga se-Asia itu.

“Ini menjadi modal kita untuk lebih semangat lagi meraih tambahan emas di lari 100 meter,” kata Presiden Jokowi di Palembang, Sumatera Selatan pada Jumat (13/7) terkait kemenangan Zohri.

Semangat pembangunan Selain semangat kemenangan, Indonesia juga terus berupaya menyelesaikan pembangunan proyek sarana arena olahraga dan akomodasi bagi para atlet yang akan turut dalam Asian Games 2018.

Sebut saja Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) yang “disulap” sedemikian rupa menjadi kawasan fasilitas olahraga yang lebih rapi dan tertata.

Saat blusukan di SUGBK pada penghujung Juni lalu, tidak ketinggalan Presiden mengecek Stadion Gelora Bung Karno, Stadion Madya bahkan kualitas trotoar untuk pejalan kaki di sekitar SUGBK.

Sebelumnya, Jokowi juga menyempatkan blusukan keliling Jakarta mensimulasikan waktu tempuh atlet mulai dari Kampung Atlet di Kemayoran, Jakarta Pusat hingga ke SUGBK.

Indonesia tidak mau ada atlet yang terkena macet karena padatnya lalu lintas di Ibu Kota.

Oleh karena masuknya kereta ringan atau Light Rapid Transit (LRT) di Kota Palembang, Sumatera Selatan ke tahap uji coba, orang nomor satu di negeri ini pun tertarik menjajal kereta yang hampir seluruhnya buatan anak negeri itu.

Presiden juga menyempatkan diri meninjau pembangunan 5 arena olahraga dari 14 venue yang dibangun di Jakabaring Sport City yaitu Bowling Center, arena “skateboard”, arena voli pantai, waduk untuk olahraga dayung, dan arena menembak.

“Saya melihat hampir semua 99 persen sudah siap semuanya. Tinggal hal kecil-kecil saya kira hal ini bisa dikejar dalam waktu seminggu, dua minggu ini,” ujar Presiden di JSC pada Sabtu (14/7).

Dalam kunjungan tersebut, Presiden memperkenalkan Menteri Belia dan Sukan atau Pemuda dan Olahraga Malaysia Syed Saffiq yang sontak menjadi gempar karena warganet menilainya memiliki ketampanan.

Saffiq takjub akan pembangunan dan persiapan Indonesia untuk Asian Games 2018. Dia mengatakan pagelaran olahraga dapat menjadi pemersatu dunia dalam kompetisi yang sportif.

“Selain menang, yang unik dari olahraga adalah alat pemersatu yang paling kuat, yang mempersatukan masyarakat, ras, agama, bahkan negara. Menang dan kalah itu adalah permainan, tetapi kita tidak boleh lupa persaudaraan yang kekal dan tidak melihat siapa yang menang dan kalah,” ujar Saffiq.

Selain sarana olahraga, pemerintah pun membangun LRT untuk sarana umum kedepannya.

Pada saat Asian Games 18 Agustus hingga 10 September 2018, LRT di Palembang akan digunakan secara khusus sementara untuk keperluan transportasi delegasi dan atlet Asian Games.

Namun, usai Asian Games selesai, masyarakat umum dapat menggunakannya sebagai transportasi massal.

Harapan Kepala Negara dengan beroperasinya LRT itu adalah dapat meningkatkan kualitas SDM Indonesia dalam hal kedisiplinan. LRT Sumsel prestasi anak bangsa.

“Yang paling penting, membangun suatu peradaban baru, budaya baru, baik budaya menggunakan transportasi massal yang aman dan nyaman, budaya tepat waktu, budaya antri, yang ini akan terbangun setelah kereta ringan LRT Palembang berjalan,” ujar Jokowi.

Rencananya LRT juga dibangun di kota-kota besar yaitu Jakarta, Bandung, Surabaya dan Medan. Tentunya dengan menumpang kereta ringan tersebut, masyarakat mendapat pilihan transportasi selain menggunakan kendaraan pribadi.

Penurunan tingkat polusi, dan tingkat kepadatan kendaraan yang menimbulkan kemacetan sudah tentu menjadi sisi positif pengoperasian LRT. Namun, hal yang lebih penting lagi adalah manfaat pelajaran berbudaya secara santun dan sopan melalui kedisiplinan mengantri, dan ketepatan waktu.

Semangat Asian Games 2018 bagi Indonesia sepertinya tidak hanya untuk sisi prestasi olahraga saja. Bukti pembangunan baik infrastruktur hingga kualitas sumber daya manusia sekiranya dapat dicakup dengan baik oleh Indonesia.

Share This Story