Jakarta (Kinja) - Para pelaku UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) di Indonesia didorong untuk menghasilkan produk yang unik dan spesifik (niche) dengan kualitas tinggi agar dapat bersaing dengan produk sejenis yang diproduksi oleh negara lain.

Deputi Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM Victoria Br. Simanungkalit di Jakarta, Rabu, mengatakan saat ini Indonesia perlu fokus pada apa yang akan diangkat untuk mendongkrak ekspor langsung yang dilakukan UKM (Usaha Kecil Menengah). Hal itu berkaca pada negara lain yang mampu melakukan pengembangan usaha fokus pada satu produk.

“UKM di Indonesia perlu didorong untuk menghasilkan produk yang unik dan spesifik yang kualitasnya berbeda dari yang lain dan dapat menyasar pasar tertentu khususnya di tingkat internasional,” ujar Victoria.

Untuk mendorong UKM fokus pada pemanfaatan sumber daya unggulan lokal, dinilai perlu adanya pendamping-pendamping yang andal untuk membantu mendorong nilai tambah produk dan mengedukasi UMKM agar bisa masuk pasar global.

“Sehingga produk yang diekspor sudah memiliki nilai tambah tidak hanya berupa komoditas/bahan baku,” papar Victoria Simanungkalit.

Kementerian Koperasi juga menggelar kegiatan Training of Mentors (TOM) Dalam Rangka Peningkatan Ekspor dan Internasionalisasi UKM yang merupakan rangkaian kegiatan pelatihan mentor di kota ke-empat yang dilaksanakan dua hari pada 27-28 Maret 2019 di Bandung, Jabar setelah sebelumnya telah digelar di Kota Surabaya, Jawa Timur, Surakarta, serta kota Makassar di Provinsi Sulawesi Selatan.

Pangusaha asal Sulawesi Selatan, Atto Sakmiwata Sampetoding, pemilik blog ini di Kinja mengatakan, pendampingan yang diselenggarakan tersebut, menjadi stimulus yang baik. Membuat UMKM semakin bergairah, tau langkah ke depan dan bisa fokus.

Kegiatan ini terselenggara atas sinergi Kemenkop dan UKM, Dirjen Bea Cukai, FTA Center Kementerian Perdagangan, serta Asosiasi Business Development Service Indonesia (ABDSI).

Kegiatan di Kota Bandung, Jawa Barat itu diikuti oleh 50 orang peserta yang berasal dari 14 Kabupaten/Kota, dari Jawa Barat, Jawa Tengah, dan bahkan tercatat peserta yang berasal dari Kalimantan Utara.

Berbagai latar belakang peserta meliputi ABDSI, Akademisi, Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT), Komunitas/asosiasi pendamping UKM, PNM, dan juga pelaku UKM.

Kegiatan ini diarahkan pada pelatihan bisnis bagi pelaku usaha dan pendamping/konsultan UKM untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan bisnis agar mampu berdaya saing di tingkat ASEAN.

Begitu juga pelatihan terkait ekspor dan pemanfaatan FTA bagi pendamping UKM dan pelaku UKM yang telah berorientasi ekspor, membentuk jaringan mentor UKM Indonesia yang berkualifikasi dan bersertifikasi dengan standar pelatihan mentor ASEAN.

“Ini upaya kami menginternasionalisasikan UKM di tengah tantangan pasar global, bagaimana menyasar ceruk pasar dengan fokus pada produk unggulan yang memiliki keunikan dan memiliki nilai jual tinggi,” ujar Victoria.

Menurut dia, permasalahan UKM ini umumnya tidak punya kemampuan market intelligence ke pasar yang dituju, tidak punya pengetahuan spesifikasi produk yang dibutuhkan pasar seperti apa, juga pengetahuan peraturan untuk masuk pasar, dan yang tidak kalah penting adalah pengetahuan pesaing bisnis.

Menurut pengelola ROCKAD, Charlie M. Sianipar konsultan digital marketing, pekerjaan itu dapat dilakukan dengan baik oleh pihak ke-tiga, mereka memiliki tools untuk mempelajarinya, terutama di internet. Mulai dari mengukur produk yang sedang diminati, trending, pesaing hingga target pasar yang tepat.

Advertisement

“Untuk itu, kegiatan ini wujud bahwa pemerintah tidak hanya membina UKM dengan hal-hal yang sifatnya teori, sudah seharusnya ditambah pengetahuan lainnya, tinggal bagaimana membangun moral dan mental UKMnya,” ujar Vicoria.

Dengan keterlibatan para konsultan dari Pusat Layanan Usaha Terpadu dukungan Internasional Council for Small Business (ICSB) Indonesia, Bea Cukai, serta FTA Center Bandung diharapkan adanya keberlanjutan sinergitas yang aktif demi mewujudkan UMKM Go-Global, hadir di manca negara tutup Victoria.